Sabtu, 28 Mei 2016

PAINLESS




Malam ini adalah hari manggung pertamaku setelah aku putus dengan Carlo.Aku mencoba untuk selalu profesional di atas panggung walau ada masalah diantara para anak band lainnya.Nama bandku Painless,kami memberi nama itu agar saat kami mengalami kesusahan dan cobaan di band kami tidak merasa rasa sakit dan selalu mendukung satu sama lain.Dibandku  terdiri dari aku,Carlo,Dave,Boy.Kami mengambil genre band rock alternatif. 
Aku bersiap untuk berias memakai bulu mata dan tidak lupa smokey eyes.Carlo melihatku sangat tajam dengan matanya yang biru,dengan rambut blondenya yang berantakan membuatku sangat tidak nyaman.Aku menata rambutku yang gelap sebahu,memoles lipstick darkberryku.Dave memakai sepatu botnya dengan rambutnya yang coklat gaya ala spike.Boy yang sudah siap merapikan bassnya.”Ayo semuanya 5 menit lagi kalian naik panggung”kata crew.Kami semua bersiap kebelakang panggung,”5,4,3,2,1 sekarang”kata crew 
mempersilahkan kami untuk keluar.
“Hai semuanya,kalian tidak sabar untuk mendengar lagu kami?”sapa ramahku kepada penonton. 
“YA,KAMI MAU PAINLESS,PAINLESS,PAINLESS”teriak penonton. 

♪ “Aku tidak bisa merasa sakit ini sampai kau melakukan itu,semua tampak nyata saat kita bersama.Tapi semua hilang saat kau pergi,aku tak merasakan apa yang ada di depanku,semua menjauh tak bisa kugapai”♪ aku bernyanyi sambil melirik Carlo.Aku merasa lagu baru kami sangat mengena dihatiku saat ini, menggambarkan perasaanku kepada Carlo.Aku berdiaman dengan Carlo,aku masih tidak bisa terima apa yang dia perbuat padaku,tidur dengan fans kampungan.Aku pikir dia sudah kehilangan selera. 

Aku  duduk di sofa dekat jendela tapi Carlo tiba-tiba menghampiriku,aku muak melihatnya aku 

pindah ke sebalah Boy.Carlo hanya  menatapku dengan wajah masam.Carlo pergi entah kemana. 

“Aku dengar kau putus dengan Carlo?”tanya Boy nada prihatin. 

“Ya,aku putus dengan dia dan sekarang aku merasa dia tidak punya selera lagi”jawabku tak 
acuh.

”Memangnya dia kenapa?”tanya Boy.”Dia tidur dengan fans wanita pinggir jalan haha”jawabku dengan nada jengkel.

”Kau digantikan dengan fans wanita pinggir jalan”ulang Boy dengan nada mengejek.Aku hanya bisa memutar mata,menyebalkan sekali.

”Kita senang-senang saja di club,menghilangkan rasa sedihmu”kata Boy menggoda.”Aku tidak sedih sama sekali”elakku. 



Aku dan boy sampai di club,aku hanya duduk di bar minum burbonku bisa sedikit menghilangkan rasa kesalku pada Carlo.Boy mengajakku menari,aku hanyut dengan iringan lagu dan Boy yang memelukku dengan erat membuatku nyaman.Aku terhanyut dengan suasananya.Kami menari sangat dekat dan tidak memikirkan jarak.kami melepaskan semuanya dengan menari bersama dan minum sepuasanya.melupakan masalah yang ada.
Kami manggung di kota selanjutnya aku merasa agak rileks setelah pergi dengan Boy,aku menyambut hari dengan senyuman.Tiba-tiba carlo menarikku ke kamar kosong yang berdebu tebal.”What the hell is this?”tanyaku kasar.”Kamu berkencan dengan Boy sekarang?”tanya Carlo mengintimidasiku.”Itu bukan urusanmu,kita sudah selesai jadi kita urus saja diri sendiri”kataku dengan tatapan tajam.Dia mendorongku ketembok,tangannya disebelah kepalaku”Aku tidak akan melepaskanmu!”katanya dengan nada tinggi.Carlo keluar dari ruangan,aku keluar dengan wajah jengkel.Saat nya kami naik ke panggung,Penonton di kota ini cukup aktif.Kami manggung sungguh menakjubkan,manager kami Claudia tiba-tiba datang.

“Aku merasa kalian harus punya lagu baru yang berbau cinta yang bahagia!”kata Claudia.Kami hanya bisa terdiam dan menggangguk saja karna kami kelelahan setelah manggung tadi.Sejuknya setelah mandi,tiba-tiba ada yang mengetuk pintu”Hei Lidya,bantu aku cari inspirasi di taman”ajak Boy tanpa basa basi.”Baiklah, aku berpakaian dulu!”kataku. 
Aku dan Boy sampai ke taman di siang yang terik ,kami duduk di dekat sungai sangat nyaman mendengar aliran air sungai yang tenang.Aku duduk bersandar di bawah pohon ♪“Lihat matamu berbinar menatapku sangat dalam,membuat aku luluh tak bisa bernapas.membuatku ingin selalu didekatmu membelaimu tanpa jarak”♪senandungku.”Keren”kata Boy. 
Boy mencari nada untuk lagu romantis baru kami.Tiba-tiba Boy mencoba menciumku cepat, aku sangat kaget.”Apa yang kau lakukan Boy?”tanyaku tak percaya. 
”Maafkan aku Lidya,aku tak bisa menahan perasaanku lagi”jawab Boy. 
“Perasaan apa?”tanyaku. 
“Aku menyukaimu sejak kita memulai band ini,aku sangat menyukaimu tapi aku tahu kalau Carlo mengicarmu juga akhirnya aku mundur karna tak mungkin ada yang bisa menolak dia”jawab Boy lesu. 
Aku tersenyum,”Boy aku sendiri dan kesepian sekarang, aku rasa kita bisa bersama”kataku 
dengan senyum.Boypun membalas dengan senyum.Kami berciuman mesra,boy menciumku sangat passionately.membuatku tidak bisa bernafas dan tidak ingin melepaskan nya juga.Sepulangnya kami dari taman kami mengumumkan kalau kami bersama sekarang dan anak-anak yang lain memberi selamat.Aku dan Boy selalu bersama,berpegangan tangan  dan membagi pelukan.Hari-hari ku jalani bersama boy sangat indah latihan berdua,jalan-jalan berdua,menghabiskan waktu bersama.Terkadang aku menginap dirumah Boy.
"aku sangat mencintaimu"kata boy. 
aku tersenyum dan pindah duduk kepangkuan Boy."Aku juga mencintaimu"kataku.
"Harusnya kita berkencan dari awal,kita bisa menghabiskan banyak waktu bersama"kataku.
"Itu salahmu kenapa memilih Carlo"kata Boy.
"Kau tidak pernah menyatakan cinta padaku sebelumnya.Aku tidak tahu kalau kau suka padaku"kataku kesal."Lupakan,yang terpenting kita bersama sekarang"kata Boy.
Aku hanya tersenyum dan menciumnya."Aku harus pulang"kataku melepaskan diri."Okay,bye"kata Boy."Bye"kataku.

Pagi ini aku kerumah Boy karna kami punya jeda waktu yang cukup panjang untuk tour kami di kota selanjutnya.Aku membawa makanan kesukaan Boy.”Boy,aku datang membawa makanan kesukaan mu,dear”panggilku ke Boy.Tak ada jawaban?.”Boy”panggilku sekali lagi.Masih tak ada jawaban.Aku kesal,aku kekamarnya dan dia masih tidur nyenyak dikasur nya.
Aku tersenyum,aku membuka selimutnya dan senyumku memudar”arrrrggghhhhhhh”teriak ku melihat Boy terbujur kaku dengan lumuran darah dilehernya yang mengerikan.
Aku kaget,aku menangis tak menyangka aku tidak tahu harus berbuat apa.Aku menelpon Claudia.
”Claudia kau harus kerumah Boy sekarang”kataku gemetar.”Ada apa?” tanya Claudia.
”Boy meninggal dan aku tidak tahu harus berbuat apa!”kataku sedikit berteriak.
”Aku akan segera kesana dan menelpon polisi”kata Claudia panik.Aku tidak tahu harus berbuat apa aku hanya bisa terdiam,menangis,tak percaya Boy meninggal dengan mengenaskan.
Badanku gemetaran, Aku hanya duduk disamping tempat tidur sambil menangis sesegukan.Claudia datang dengan polisi,penyidik membawaku keluar.
”Apa yang terjadi?”tanya penyidik.”Aku tidak tahu aku baru datang sekitar sejam yang lalu dan aku melihat dia diatas kasur dengan berlumuran darah”kataku cepat dengan bibir gemetar.
”Aku rasa kau shock lebih baik kau jauh dari TKP”kata penyidik.
Claudia membawaku menjauh dari TKP.”Apa yang terjadi Lydia?”tanya Claudia.
”Aku tidak tahu,aku hanya datang membawa makanan untuk Boy,aku memanggilnya tapi tidak ada jawaban lalu aku ke kamarnya dan saat aku buka selimutnya Boy sudah berlumuran darah”.kataku dengan bibir gemetar.
”Aku rasa ada indikasi pembunuhan,tapi timku harus mencari barang bukti dan harus mengotopsi mayat ini”kata penyidik.”Ya,terserah lakukan saja tugasmu”kata Claudia. 
Sore nya kami kembali ke rumah Claudia.”Aku tidak tahu harus bagaimana sekarang! Kita kehilangan personil.Masih banyak rangkaian tour yang harus kita jalani masih ada 10 kota yang harus kita datangi!”.kata Claudia panik dan bingung.
”Lebih baik kita batalkan saja tour kita,kita mulai lagi tahun depan “kata Dave.
”Mana mungkin bisa seperti itu,tiketnya sudah terjual habis!”kata Claudia marah.
 ‘’Kita harus tetap menjalani tour ini! Kita bisa lanjut dengan hanya 3 orang!”kata Carlo agak marah.Aku hanya diam dan menangis,aku tidak mau ikut campur dengan perdebatan mereka. 
Pagi yang suram.Dipemakaman kami semua memakai baju hitam,aku tak bisa menahan tangisanku.Aku baru saja merasa bahagia memulai hubungan dengan Boy tapi di pergi secepat kilat dengan keadaan mengenaskan.Kami memutuskan melanjutkan tour kami.Aku merasa aneh dan hampa manggung tanpa Boy.Kami menyanyikan lagu baru kami yang aku buat dengan Boy. 


 “Hi,semuamya kami baru saja kehilangan personil kami,Boy,kami mempersembahkan konser ini untuk dia dan kami memustuskan painless akan hanya dengan kami bertiga.Kami tidak akan menggantikan Boy.Boy kau selalu dihati kami”kataku dengan sendu.Mereka terdiam sesaat.Carlo dan Dave memulai lagu baru kami.”Ini lagu baru kami yang diciptakan aku dan Boy semoga kalian suka"kataku.
 ♪“lihat matamu berbinar menatapku sangat dalam,membuat aku luluh tak bisa bernapas.membuatku ingin selalu didekatmu membelaimu tanpa jarak”♪senandungku.
Selesai kami konser,kami istirahat dan meminum champange.Tiba-tiba penyidik datang membawa berita tentang Boy.”Boy positif dibunuh,kasus ini pembunuhan.Kami melihat ada benang yang berlumuran darah di sekitar taman dan dokter melihat luka sayatan benang di leher Boy.Aku sudah memberi benang itu ke anjing pelacak dan sudah melihat cctv.Pembunuh itu datang lewat jendela,dan benar dia mengubur benang didekat kamar Boy.Kami akan memberi informasi lagi kepada kalian setelah kami menemukan bukti baru”kata penyidik.
”Ya,kami akan menunggu kabar selanjut nya darimu,terima kasih”kata Claudia.Kami semua hanya diam dan mencerna informasi dari penyidik.”Kira-kira siapa yang membunuh Boy?”tanyaku heran.”Aku rasa penggemar fanatik,penggemar jaman sekarang sudah gila.Mereka terlalu suka pada idolanya sampai tidak boleh ada yang memiliki idolanya tanpa sadar mereka membunuh idolanya”kata Carlo.
”Bisa jadi,banyak musisi yang meninggal karna penggemarnya”Dave membenarkan.Aku sedikit setuju dengan mereka tapi semua kemungkinan bisa terjadi. 
Kami mempunyai senggang waktu untuk beristirahat sebelum kami melanjutkan tour kami.Siang ini aku gunakan waktuku untuk menjadi saksi kasus kematian Boy.Aku datang ke kantor polisi,penyidik mengintrogasiku dengan banyak pertanyaan.Salah satu kejadian terakhir sebelum dia meninggal.”Terakhir kami duduk bersama di rumah Boy dan dia menyatakan cinta padaku”kataku.
”Jadi kamu pacar barunya?”tanya penyidik.”Ya,kami baru jadian beberapa minggu yang lalu”jawabku.”Kamu tahu mantannya?”tanya penyidik."Tidak,aku tidak pernah tahu tentang mantan pacarnya.Sepengetahuanku dia jarang punya pacar”jawabku sejujurnya.  
“Apa dia punya musuh ?”tanya penyidik.
”Entahlah,aku tidak pernah memperhatikan dia dan selama ini bandku baik-baik saja.Kami jarang bertengkar,aku rasa tidak ada”jawabku.
”Aku dan personil bandku yang lain menduga penggemar yang melakukannya,banyak penggemar yang gila sekarang”kataku.
”Kau tahu siapa penggemar yang sangat menggilai Boy?”tanya penyidik.
”Tidak,mungkin Dave atau Carlo tahu.Mereka sesama laki-laki.mungkin mereka sering berbagi cerita”jawabku.”Okay,terima kasih atas informasinya Lidya”kata penyidik.
”Ya sama-sama”kataku sambil berjabat tangan dengan penyidik. 
Aku melihat Carlo didepan teras.”Hey dear,kita jalan-jalan mempergunakan waktu senggang kita sebelum kita kembali menjalani tour lagi”kata Carlo sambil tersenyum menggoda.                               Aku menggeleng”Kita baru kehilangan teman kita Carlo,dan kau ingin kita bersenang-senang ?” kataku dengan tatapan tak percaya.”Oh ayolah,itu urusan polisi,lagi pula itu bisa menghilangkan kesedihanmu karna Boy tidak ada lagi”kata Carlo sedikit 
tersenyum.
”Tidak,aku tidak mau”kataku sambil masuk kedalam rumah. 
Aku kerumah Claudia.Aku melihat ada Carlo dan Claudia sedang berbicara tentang konser kami berikutnya.”Hey guys,mana Dave?”tanyaku.
"Dia sedang dikantor polisi,menjadi saksi”jawab Claudia.”Okay jadi bagaimana konser kita lusa depan?”tanyaku.
”Akan ada kembang api,kesukaanmu kan?”tanya Carlo.
Carlo masih ingat kesukaanku,aku hanya menggangguk.Aku dan Carlo menghabiskan waktu senggang kami membuat lagu baru untuk konser kami berikut nya. ♪”Kita baru memulai semua dengan indah tapi kau pergi begitu cepat melesat seperti banyangan,tanpa mengucapkan kata perpisahan atau ciuman manis darimu.semua terlihat gelap tanpamu tak ada kata yang bisa kuucapkan untukmu tak ada harapan untuk kau kembali dipelukan ku  semua hilang tanpa bekas♪”senadungku.”Bagus,apa ini tentang persaan mu saat ini?”tanya Carlo.Aku menghela nafas dan hanya menggangguk."Kau mencintai nya?"tanya Carlo sambil memainkan gitarnya."Ya.dia baik dan dia membuatku nyaman"jawabku.
"Kau tidak punya perasaan lagi padaku?"tanya Carlo.
"Maksudnya?"tanyaku.
"Kau masih mencintaiku?"tanya carlo.
"Entahlah Carlo,yang sudah kau lakukan padaku dan aku mendapatkan cinta tulus dari orang lain.Aku rasa tidak"jawabku tak acuh.Claudia datang tiba-tiba.
“Carlo dipanggil untuk penyelidikan besok”kata Claudia bingung.”Aku tidak bisa besok kita harus pergi ke kota selanjutnya dan kalau tidak ada aku kita tidak bisa konserkan”kata Carlo.
”Ya,aku bilang pada penyidik untuk memeriksamu jadi saksi setelah konser dikota ini”kata Claudia. 
Malam ini kami manggung dan antusias dikota ini sangat besar.Mereka membawa papan bertulis “kami sayang Boy” aku sangat tersanjung karna mereka sangat mencintai Boy dan kami.Aku mulai dengan lagu baru kami yang aku buat dengan Carlo.♪”Kita baru memulai semua dengan indah tapi kau pergi begitu cepat melesat seperti banyangan,tanpa mengucapkan kata perpisahan atau ciuman manis darimu.semua terlihat gelap tanpamu tak ada kata yang bisa kuucapkan untukmu tak ada harapan untuk kau kembali dipelukan ku  semua hilang tanpa bekas♪”senadungku.Saat kembang api menyala Carlo jatuh dari panggung.kakinya berdarah dan langsung dibawa kerumah sakit.Aku dan Claudia ikut kerumah sakit. Carlo meringis kesakitan saat melihat kakinya diperban. 
Beberapa hari Carlo dirawat,Carlo diperbolehkan pulang.Penyidik ingin Carlo dimintai informasi tapi Carlo tidak bisa karna Carlo sedang sakit.Aku memutuskan tinggal di rumah Carlo untuk sementara.Aku kasihan dengan Carlo karna tidak ada yang merawatnya karna dia sendirian."Kau akan baik-baik saja jika aku tinggal masak? karna aku sangat lapar"tanyaku.
"Ya,aku akan baik-baik saja"jawab Carlo.Aku merasa lapar,aku ingin memasak aku mencari pisau aku memeriksa semua lemari didapur tak sengaja aku melihat benang yang sama persis dengan benang yang dikubur disamping rumah Boy.Kenapa ada benang yang sama persis dengan benang yang dipakai untuk membunuh boy dirumah Carlo.Tiba-tiba Carlo dibelakangku”Kau tahu sekarang,Lidya”kata Carlo sinis.Aku berputar balik dan melihat Carlo sedang memegang pisau.”Kau yang membunuh Boy!”kataku lantang.
”Ya,aku yang membunuh boy!”kata Carlo marah.
”Kenapa Carlo? kau membunuh teman mu sendiri!”kataku keras sambil terisak.”Kami tidak saling suka sejak kita mulai band ini dan aku makin tidak suka karna dia jadian denganmu!”kata Carlo berteriak.Aku tidak menyangka selama ini mereka tidak akrab,selama ini aku melihat mereka baik-baik saja.”Itu sebabnya kau mengelak  dari pemeriksaan dan kau terlihat biasa saja atas kematian Boy!”kataku berteriak.
”Ya, aku sengaja jatuh dari panggung agar aku bisa menghindar dari pemeriksaan itu!”kata Carlo.
Aku hanya terdiam dan awas diri karna Carlo bisa saja melukai atau bahkan membunuhku.”Aku rasa kau tidak bisa menyimpan rahasia dengan baik Lidya”kata Carlo.Aku lari  ke arah pintu dapur tapi dengan cepat dia menerkamku dari belakang dia mencoba menodongku dengan pisau,aku mencoba melepaskan diri dan aku mebenturkan  Carlo kemeja dan aku pergi keruang tamu.Aku mencari handphoneku.Aku sms Claudia dan aku mengambil payung untuk pertahanan diriku tapi Carlo menerkamku dari belakang melepaskan payung yang kupegang dan mecekikku mendorongku ke dinding ,aku mengambil vas dan memukulnya hingga dahinya berdarah.Aku mendorong nya kemeja dan dan menerkam lehernya aku pecahkan botol minuman keras dan aku tusukkan keperutnya.Itu membuat dia lemas sesaat dan aku pergi lari kepintu keluar dan aku melihat Claudia diluar dengan polisi.Carlo mengejarku sampai keluar,dia berhasil menangkapku  dan dia melepaskan pecahan botol itu menyayat leherku dengan pecahan botol.Dia melakukan hal yang sama seperti dia lakukan ke Boy.Lalu polisi menembak kaki Carlo dan membuat Carlo jatuh.polisi membawa Carlo ke mobil ambulans untuk dibawa kerumah sakit.Aku memegangi leherku dan pergi ke Claudia.
Claudia membersihkan lukaku dan membawaku ke rumah sakit.
"Carlo yang membunuh Boy,Claudia"kataku sambil menangis.
"Ya Tuhan, kau serius Lidya?"tanya Claudia tak percaya.
"Ya,dia yang bilang padaku"kataku.
Aku,Dave dan Claudia duduk dipersidangan Carlo.
Carlo dituntut penjara 20 tahun karna pembunuhan berencana.Aku,Dave dan Claudia tidak tahu bagaimana dengan band kami sekarang tapi setidaknya kasus Boy selesai dan setidaknya kami harap Boy tenang disana sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar