Minggu, 18 Desember 2016

THE CORPSED BRIDE

A

ku baru pindah ketempat ini beberapa bulan yang lalu.Aku belum begitu tahu tentang daerah ini.Namaku Kyle Jeff,aku berambut pirang dan bermata coklat.Penampilanku biasa saja tapi banyak gadis yang memujaku terkadang aku suka dipuja para gadis secara wajar tapi kalau sudah berlebihan aku merasa risih.Aku merasa risih di sekolahku dulu karna ada gadis yang mengejarku berlebihan beruntungnya ayahku ditugaskan disini jadi aku tidak perlu bertemu gadis itu lagi.Aku harap disekolah ini tidak ada gadis yang seperti itu.
Ini hari pertamaku ke sekolah setelah libur musim semi,”Hai Kyle, libur musim semimu menyenangkan ?”sapa Dave.”Tidak juga,aku di penjara di rumah kakek dan nenekku.Disana aku hanya membantu mereka berkebun dan berternak”jawabku sedih.”Liburanmu sangat membosankan”kata Dave.
Dave anak laki-laki berpengaruh disekolah karna dia ketua tim football.Karna rumahku dekat dengan Dave.Kami mudah berteman disekolah dan aku bisa masuk tim football dengan mudah karna Dave.Dia juga popular dan punya pacar yang cantik.Aku berharap bisa punya pacar disini tapi belum ada yang menarik perhatianku walaupun aku menangkap mata para gadis yang suka padaku terkadang aku suka tebar pesona hahahah.
“Kau sudah tahu tentang cerita misteri mayat pengantin?”tanya Dave sambil berlalu mengambil makanan dan kemeja makan.”Aku tidak tahu tentang cerita itu lagi pula itu hanya mitos.Tidak mungkin ada mayat pengangtin “kataku sambil mengambil apel.”Oh ayolah tentu saja cerita itu benar,Aku dan Joy ingin mencari tahu tentang cerita itu sabtu malam.Kata orang dia sering berkeliling berjalan di sekitar makam mencari calon pengantin prianya sambil membawa buket bunga dan memanggil nama pria itu”kata Dave berbisik.”Entahlah aku tak percaya,tidak mungkin orang yang sudah mati bisa berjalan dari makamnya dan kembali kemakamnya lagi.aneh sekali”kataku tak acuh.”Kau bilang seperti itu karna kau takutkan ?”tanya Dave menggoda.”Aku tidak takut! aku akan ikut kau dan Joy sabtu nanti”kataku kesal.Dave tersenyum menang.
Hari jum’at aku ada pertandigan melawan sekolah sebelah.Sekolahnya elit sedangkan sekolahku negri.Aku bersiap-siap dengan hati cemas,ini pertandingan perdanaku dengan tim sekolah ini.”Semua bersiap kita tampil 5 menit lagi.firewolf tidak boleh kalah ayo…ayo…ayo”kata coach memberi semangat.kami bersiap aku memakai no 5.Peluit terdengar bola sudah di lemparkan.mereka sudah saling berebut bola dan mendorong satu sama lain.Sial Dave mengoper bola padaku.Aku berlari sekencang mungkin dan garis gawang sudah dekat tetapi aku ditindih tim lawan dan bolanya di ambil tim lawan.Aku kesal lalu aku mencoba berdiri tapi aku merasa tanganku sakit,aku beri tanda agar aku di ganti.Aku ke pinggir lapangan,pelatih menghampiriku”Kau tidak apa-apa?”tanya pelatih.”Aku rasa terkilir karna ditindih yang lain”jawabku kesal.”8 masuk”kata pelatih.Aku hanya menonton saja dipinggir lapangan sampai selesai.Hasil nya seri mungkin akan di adakan lagi bulan depan.
“Menyebalkan hasilnya seri”kata Dave sambil mebuka baju.

“Ya,setidaknya kau main sampai selesai dan aku hanya main 15 menit”kataku kesal.

“Ayolah,tanganmu terkilir.Besok kita jadi ekspedisi kemakam ?”tanya Dave sambil ganti baju.

“Entahlah aku rasa sakitnya akan sampai besok”kataku tak acuh sambil menutup pintu loker.

“Alasan!bilang saja kau takut,tidak ada hubungan nya tanganmu dan ekspedisi kita”kata Dave mengejek.

“Aku tidak takut!”kataku mengelak.

“Kalau begitu besok ikut aku ke makam “kata Dave.

“Okay,aku ikut kita lihat siapa yang takut”kataku kesal.

Aku sampai di Kasur,rasanya badanku remuk.aku ingin tidur selama mungkin.Besok paginya aku melihat ayah dan ibuku bersiap-siap seperti ingin pergi jauh dan lama.”Selamat pagi kyle,ibu dan ayah ke Eropa selama sebulan.Kamu akan dirumah bersama Nyonya Jones.dia akan memasak dan membersihkaan rumah kita selama kami pergi”kata ibuku.”Tega sekali kalian meninggalkanku”kataku sedih.”Kau sudah 16 tahun Kyle,ayah yakin kau bisa melakukan semua sendiri”kata ayahku menenangkan.akhirnya mereka nerangkat dan aku sendirian di rumah.
Aku hanya mendengarkan music dan nonton tv sampai petang,aku baru ingat kalau hari 

ini aku kemakam dengan Dave.aku mencari tahu tentang mayat pengantin itu tapi yang aku temukan 

hanya tentang cerita kalau dia suka berkeliling makam sambil membawa buket bunga dan memanggil nama pria.jam 11 malam Dave dan Joy datang.

”Hi Kyle,kau siap?”tanya Dave semangat.Aku hanya menggangguk.aku hanya diam di mobil,aku memikirkan akan seperti apa mayat pengantin itu.Aku rasa akan seram,aku gelisah selama perjalanan ke makam.
Akhirnya kami sampai di makam,sangat seram dan gelap.Kami menulusuri makam mencari mayat pengantin itu.kami berkeliling hingga satu jam tapi kami tidak menemukan apa-apa.
“Ayo kita pulang saja”kataku kesal.

“Kita baru satu jam disini sebentar lagi”kata Dave.

“Kamu takut ?”goda Joy.

“Aku tidak takut,aku lelah.Kita sudah satu jam berkeliling tapi tidak menemukan apa-apa”kataku marah.


“Mungkin cerita tentang mayat pengantin itu hanya mitos,Dave”kata Joy.

“Mungkin,aku juga lelah.Kita pulang saja”kata Dave lesu.

“Setidaknya kita sudah mencari tahu tentang dia dan kita tidak penasaran lagi”kata Joy .

Kami kembali ke mobil ,saat kami kembali kami mendengar suara perempuan.
Kurt……Kurt…Kurt…..Kurt.Kami mengikuti arah suara itu dan kami melihat cahaya biru.Benar!ada hantu pengantin.dia jalan agak terseret-seret dan membawa buket bunga yang sudah layu dan busuk.Dia memakai baju pengantin yang sudah terkoyak.wajah nya pucat pasi dan kelihatan sedih dan bingung.Tiba-tiba dia menyadari keberadaan kami dan mencoba menghampiri kami.Kami semua berlari tapi tiba-tiba dia di depanku dan aku kaget hingga jatuh ke lubang yang dalam.Dave dan Joy pergi meninggalkanku sendirian.Aku berteriak minta tolong tapi tidak ada siapa-siapa.”Aku akan menolongmu”kata mayat pengantin.”Bagaimana caranya kau bisa menolongku? Kau itu hantu!”kataku ketakutan.”Aku sengaja membuat lubang itu untuk menjebakmu”kata mayat pengantin.”Kenapa kamu menjebakku?”tanyaku kesal.”Karna aku butuh bantuanmu”jawab mayat pengantin.”Aku ingin keluar!”kataku berteriak.”Aku akan mengeluarkanmu jika kamu mau membantuku mencari Kurt”kata mayat pengantin.”Aku tidak tahu Kurt.keluarkan aku”kataku kesal.”Terserah kalau kau ingin keluar kamu harus membantuku kalau tidak mau aku akan menguburmu hidup-hidup”kata mayat pengantin.”Oh baiklah,aku akan membantumu tapi keluarkan aku sekarang”kataku pasrah.Aku melayang dengan cahaya biru keluar dari lubang dan lubang menutup kembali.”Kita mulai darimana?”tanya mayat pengantin.
“Entahlah,aku mau pulang”jawabku sambil meninggalkannya.Tiba-tiba tubuhku kaku tidak bisa bergerak dan dia menghampiriku.”Kau sudah berjanji akan menolongku untuk mencari Kurt”kata mayat pengantin marah.”Baiklah,ini sudah malam.aku mau pulang dan istirahat,kita bisa mulai besok”kataku takut.”Baiklah,aku ikut denganmu”kata mayat pengantin.Akhirnya aku bisa bergerak lagi.Aku harus mulai hati-hati dengan mayat ini.


Kami pulang kerumahku dengan berjalan kaki.Jaraknya 3 km dari makam ke rumahku.Aku semakin 

susah karna jalan mayat penganting ini yang terseret-seret.Aku tiba di rumah jam 3 pagi.

"Kau tidur di sofa"kataku.Mayat pengantin hanya diam dan berbaring di sofa.aku rasa ini keputusan yang salah.

Kenapa aku bisa membuat kesepakatan dengan hantu.ini semua gara-gara dave,awas saja kalau aku bertemu disekolah.dia harus bertanggung jawab akan semua yang terjadi padaku.

Aku melempar tubuhku ke kasur.badanku rasanya sakit semua.aku harap ini semua hanya mimpi.

Aku mendengar jeritan dari bawah.Aku turun secepat mungkin."Ada apa?"tanyaku panik.

mayat pengantin sedang melayangkan Mrs.Jones."Turunkan dia mayat,aku mohon"kataku.

"Dia membuatku kaget"kata mayat pengantin marah.

"Sudah maafkan saja,dia tidak tahu kalau ada kau disini"kataku.

"Tapi dia berteriak dan mengutukku"kata mayat pengantin.mayat pengangtin tetap membuat Mrs,Jones melayang.Mrs.Jones terlihat ketakutan dan tidak bisa bicara.

"Dia tidak bermaksud mengutukmu.dia hanya kaget melihatmu,dia tidak bisa mengutuk hantu.turunkan dia ku mohon"kataku memohon.

akhirnya mayat pengantin menurunkan Mrs.Jones,aku mendekati Mrs.Jones dan menariknya ke dapur.
"Ada..han..tu"kata Mrs.Jones tergagap.
"Iya aku tahu.cerita nya panjang.aku tidak bisa memberi tahu mu sekarang yang terpenting adalah jangan beritahu tentang ini kepada siaapapun okay?"kataku.
 Mrs.Jones hanya menutup mulutnya dan mengangguk.

Aku membawa hantu itu ke kamarku."Jadi bagaimana caranya kita mencari Kurt?"tanyaku.

Hantu itu hanya diam.Aku frustasi,Bagaimana cara nya aku membantu hantu ya,tuhan.

Aku mengambil handphoneku."Halo Dave,aku ingin kau kerumah ku sekarang juga!"kataku langsung mematikan telpon.
Hantu itu masih saja diam ya tuhan kenapa aku bisa terjebak dengan hantu.
"Hai,Kyle sorry aku meninggalkan mu semalam.ahhhhhhhh"teriak Dave terkejut.

Dia sampai jatuh dan pergi turun ke bawah,aku mengejarnya.
"Hey Dave kenapa kau pergi lagi"tanyaku sambil mengejar dia.
"Kau gila membawa mayat dirumah mu?"tanya tak percaya.
"Aku tidak membawa nya,aku terpaksa membawa dia pulang.ini semua karna ide konyol mu mengajakku ke makam semlam.aku jadi terjebak dengan dia"jawab ku kesal.
"Okay,maafkan aku.tunggu dulu maksudnya?"tanya dave
 "Kau tinggalkan aku semalam.aku terjatuh ke lubamg dan dia menolongku tapi dia memberikan syarat"jawabku kesal.
"Syarat apa?" tanya Dave.
"Aku harus membantu nya mencari kurt!"kataku marah.
"Siapa Kurt?"tanya Dave bingung.
"Tentu saja pengantinnya,bodoh!"kataku marah.
"Aku menyesal mendengarnya"kata Dave.
"Kau harus membantuku bebas dari hantu itu"kataku.
"Apa? aku tidak mau terlibat masalahmu"kata Dave.
"Masalahku terjadi karna dirimu juga.jadi bantu aku!"kataku marah.
"Okay fine"kata Dave.

kami kembali ke atas menghamoiri hantu itu.dia masih diam saja duduk di kasur."okay kami harus membantu mu mulai darimana?"tanyaku.dia hanya menggeleng.
"siapa namamu?"tanya dave.
"aku tidak ingat namaku"kata hantu itu.oh shit dia namanya saja tidak tahu.
"bagaimana caranya kau bisa ingat kurt kalau namamu sendiri saja tidak tahu?"tanya ku kesal.
"dikepalaku hanya ada nama kurt"kata hantu itu.
"oh fine kita cari tahu di internet saja"kataku menyerah.

Aku mencari tahu tentang hantu itu di internet."Namamu Elena Nicole?"tanya Dave.
"Aku rasa ya"kata hantu itu.
"Memang iya,disini hanaya disebutkan kau meninggal saat pernikahan mu dan kematian mu masih misteri"kataku.
"Setidaknya kita tahu namanya"kata Dave.
"Kita butuh tahu informasi lebih banyak"kataku kesal.
"Kau masih ingat dimana rumah mu?"tanya Dave.
"Dia tidak mungkin ingat dimana rumahnya,dia saja tidak tahu nama nya sendiri dave" jawabku kesal.
"Lebih baik kita mencari tahu di website warga sipil"kataku.
Aku menulis nama Elena.ya tuhan banyak sekali ini akan menjadi waktu yang sangat lama.Aku dan Dave bargantian mengecek data.Akhirnya halaman ke 200 kami bisa menemukan dia,dia tinggal tidak jauh dari rumahku masih di Billhill.kami memutuskan untuk kerumah nya besok setelah pulang sekolah.

Setelah pulang sekolah aku dan Dave pulang menjemput Elena."Ayo Elena,kita pergi"ajak ku sambil menarik Elena pergi ke mobil."Hei,tunggu dulu kita tidak bisa membawa dia keluar dalam keadaan seperti itu"kata Dave.


“Aku tidak bisa membersihkan tubuh nya,aku anak laki-laki”kataku.
“Aku juga tidak bisa”kata Dave angkat tangan nya rendah.”Kau biasa bercinta dengan Joy pasti kau sering memegang tubuh wanita.kau saja”kataku sambil memegang dahu.
“Aku memang suka memegang tubuh wanita tapi aku tidak pernah memegang tubuh wanita yang sudah membusuk okay”kata Dave kesal.
Kami mendengar suara dibawah tangga,itu pasti Mrs Jones.aku dan Dave saling berpandangan.Eku membawa Elena kebawah.”Hai Mrs. Jones,kau sedang tidak sibuk?”tanyaku senang.
“Ya,tapi sehabis ini aku akan membuat makan malam untuk mu”kata Mrs. Jones.
“Kau bisa membantuku”tanyaku memelas.
“Membantu apa?”kata Mrs. Jones sambil merapihkan sayuran .
“Bisa kau bersihkan tubuh hantu itu”jawabku cemas.
“Kau bercanda? Untuk apa hantu itu dibersihkan?”tanya Mrs.Jones berbisik.
“Kami akan membawanya keluar,kami tidak bisa membawanya dalam keadaan seperti itu.aku mohon”kataku memelas.
“Ya tuhan,okay tapi suruh dia jangan melakukan hal yang aneh padaku lagi”kata Mrs.Jones.
“okay”kataku sambil mengangkat ibu jariku.
“Elena.Mrs.Jones akan membersihkan tubuhmu tapi jangan melakukan hal yang buruk seperti kemarin”kataku.Elena hanya mengangguk.
Aku bawa Elena kepada Mrs.Jjones.”memangnya hal buruk apa yang dilakukan dia kepada Mrs.Jones?”tanya Dave.
“Dia membuat Mrs.Jones melayang dan membuat dia ketakutan”jawabku cepat.
Sejam kami menunggu Elena akhirnya Mrs.Jones selesai juga.ternyata Elena kalau dibersihkan cantik juga tapi masih terlihat pucat.”Dia masih terlihat pucat Mrs.Jones”kataku.
“Tentu saja dia sudah mati tapi aku bisa meriasnya”kata Mrs.Jones.
“Ya,tuhan kita harus menunggu lagi”kata Dave kesal.
Aku dan Dave terpesona melihat Elena di rias,dia sangat cantik.Kami bersiap untuk kerumah keluarga Nicolas.saat kami sampai dirumah tiba-tiba.”Aku tidak ingin ikut kalian masuk”kata Elena.
“Kenapa?”tanyaku bingung.
“Aku belum siap bertemu keluargaku”kata Elena.Aku dan Dave saling berpandangan dan langsung keluar dari mobil.kami melihat wanita paruh baya sedang merawat bunga matahri yang sangat cantik.
“Hey nyonya Nicolas”sapaku dengan ramah.Nyonya Nicolas berbalik melihatku.
“Ya,siapa kalian?”tanya nyonya Nicolas bingung.
“Aku Dave dan dia kyle,kami kesini ingin bertanya beberapa hal tentang Elena Nicolas.dia putri anda bukan?”kata Dave.

“Ya,tapi kenapa kalian ingin tahu tentang Elena”tanya nyonya Nicolas heran.
“Kami ingin menolong putri anda”jawabku dengan cepat.
“Untuk apa?”tanya nyonya Nicolas.
“Kami punya misi spiritual”jawab Dave cepat dan aku mengangguk setuju.
“Kalian remaja yang aneh.lebih baik kalian urus saja urusan kalian sendiri”kata nyonya Nicolas berlalu pergi.
“Aku mohon,aku terjebak dengan putri anda”kataku tak sabar.
“Maksudnya?”tanya nyonya jones.
“Kami berjanji padanya untuk membantu dia mencari Kurt dan kalau kami tidak membantunya kami akan di kubur hidup-hidup”kata ku cemas.
“Ya tuhan,Elena.baiklah apa yang ingin kalian tahu ?”tanya nyonya Nicolas sambil mempersilahkan kami masuk.kami duduk di sofa yang nyaman,banyak foto-foto Elena.ternyata dia gadis yang cantik sayang dia sudah meninggal dengan tragis dan menjadi hantu sekarang yang menghantuiku.
“Kami ingin tahu tentang hubungan Kurt dan Elena dan kejadian Elena meninggal”kataku.
“Okay tunggu sebentar,aku akan mengambil album foto mereka”kata nyonya Nicolas.
“Ini album foto Kurt dan Elena”kata nyonya Nicolas sambil memberikan album foto.
Aku dan Dave melihat album foto,disini terlihat Elena dan Kurt sangat bahagia tapi Kurt tidak cocok dengan Elena.dia terlalu biasa untuk Elena yang cantik.
“Elena hamil di luar nikah saat umurnya 17 tahun.kami memaksa Kurt untuk bertanggung jawab karna dia menghamili Elena”kata nyonya Nicolas sedih.
“Saat pernikahan akan berlangsung dan elena sudah di altar bersama kurt dipertengahan mereka mengucapkan janji Elena tersedak tiba-tiba dia jatuh mulut nya mengeluarkan busa yang sangat banyak”kata nyonya Nicolas sedih.
“Kau tahu siapa pembunuh nya?”tanyaku penasaran.
“Tidak,kasus nya belum terpecahkan.hanya Elena yang tahu siapa pembunuhnya”jawab nyonya Nicolas sambil menyeka air matanya.
“Kau tahu dimana Kurt sekarang?”tanya Dave.
“Aku tidak tahu,semenjak pemakaman aku tidak bertemu dengan nya lagi”kata nyonya Nicolas.
“Terima kasih atas informasinya”kata ku sambil menjabat tanagn nyonya Nicolas.
Kami kemali ke mobil dan melihat Elena duduk dengan tenang.”Kami tidak dapat banyak informasi dari ibumu dan hari sudah mulai malam.kita lanjutkan besok”kataku pada Elena.
“Tapi kenapa? Aku ingin bertemu kurt secepatnya”kata Elena.
“Besok kami harus sekolah”kata Dave.
“Lagi pula kami belum tahu apa-apa tentang Kurt “kataku.Elena terlihat kesal.
Aku melihat Elena menonton tv.aku rasa dia pasti rindu menonton tv.
Pelajaran yang sangat membosankan aku ingin ini segera berakhir.akhirnya bel berbunyi.”Kyle,ada perempuan cantik yang mencarimu,dia di kantin sekarang”kata Ben.”Ya,terima kasih”kataku.
Perempuan cantik?aku tahu pesonaku tidak pernah hilang,aku mencari perempuan yang mencariku,aku melihat ada Elena.untuk apa di sini?aku rasa mencari masalah.”Elena sedang apa kau disini?”tanyaku.
"Aku menunggumu,aku ingin kita secepatnya mencari Kurt"kata Elena marah.
"Tapi aku sedang sekolah,kita mencari dia nanti setelah bubaran"kataku.
"Tapi aku ingin bertemu kurt"kata elena.
"Dengar ya,aku punya kehidupan sendiri dan kehidupanku bukan untuk mencari Kurt"kataku kesal.
Elena keliatan marah.
"Jangan pakai kekuatan mu disini.semua orang akan tahu kau berbeda"kataku memperingati Elena.
Elena menahan amarahnya.aku mengikuti pelajaran dengan cemas,aku takut Elena melakukan hal yang menyeramkan.akhirnya bel berbunyi.

Aku melihat Elena memandangi papan siswa berprestasi.aku jarang melihat papan ini.aku melihat ke arah yang dia lihat.Elena melihat siswi yang cantik.dia mirip sekali dengan Elena.ya tuhan,itu Elena saat 17 tahun ternyata dia siswi berprestasi."Kau dulu sekolah disini ?"tanyaku."Ya,aku rasa"jawabnya."Hai kawan,kalian lihat apa?"tanya Dave.Dave melihat ke arah yang sama.
"Ya tuhan Elena kau dulu sekolah disini"tanya Dave.
"Aku rasa ya"jawabku."Aku tidak bertanya padamu Kyle"kata Dave."Dia akan jawab itu,percaya padaku"kataku.

"Aku ingin bertemu Kurt"kata Elena."Okay kita pulang ke rumah dan cari tahu tentang Kurt"kataku.


Kami sampai dirumah aku secepatnya ke komputerku."Okay mari kita cari tahu Kurt Hans"kataku sambil mencari Kurt Hans."Ya tuhan,banyak sekali halaman nya"kata Dave.
"Berapa lama kita harus mencari dia"kataku."Kita lakukan bergantian"kata Dave.
Akhirnya kami menemukan nya.Kurt Hans laki-laki ini mirip dengan foto yang ditunjukan nyonya Nicolas.laki-laki berambut coklat dengan kumis dan jenggot tipis.dia terlihat tua.tentu saja dia tua sekarang kejadian nya 7 tahun yang lalu.Aku melihat alamatnya agak jauh dari Billhill.
"Kita menemui Kurt saat hari libur saja"kataku.
"Kenapa tidak besok?aku ingin bertemu Kurt secepatnya"tanya Elena.
"Perjalanannya lumayan jauh jika kita lakukan besok setelah pulang sekolah"kata Dave masih melihat alamat Kurt.
Aku mengprint biodata Kurt.
"Lebih baik kita istirahat karna kita harus sekolah,lebih baik kau pulang Dave"kataku.
"Bye "pamit Dave.
"Kau bisa turun ke bawah sekarang Elena"kataku.
"Aku ingin tidur disini"kata Elena.
"Kau gila?"tanya ku dengan mata melotot.
"Aku tidak mau tidur di sofa"kata Elena sambil melipat tangan nya.
"Tapi kita tidak bisa tidur seranjang"kataku berteriak.
"Kita tidak akan melakukan apapun.kau manusia dan aku mayat tidak akan ada yang terjadi"kata Elena santai.
"Baiklah"kataku menyerah.
Elena tidur di sisi lain tempat tidurku.aku merasa aneh ,sebelumnya aku belum pernah tidur dengan wanita.oh tunggu...dia bukan wanita sekarang.Dia mayat,aku harap dia secepatnya bertemu dengan Kurt agar terbebas darinya.aku tidur membelakanginya.
Sore ini aku ada latihan football.aku melihat Elena sudah di dapur menungguku sarapan.
"Aku mau ikut kau ke sekolah"kata Elena.
"Untuk apa?"tanyaku heran.
"Aku bosan dirumahmu dan aku sangat suka saat disekolah"kata Elena datar.
"Teserah"kataku tidak peduli.

Aku sampai disekolah dengan Elena.aku menyuruh dia bersikap normal dan tidak mengganggu anak lain.aku tidak mau dia melayangkan seseorang disini.
"Aku tidak apa yang akan kau lakukan disini tapi jangan lakukan hal aneh selama aku sedang belajar"kataku cepat.
"Ya aku mengerti"kata elena datar.
"Baiklah aku tinggal kau disini tapi jangan pergi dari sekolah sebelum aku keluar kelas"kataku khawatir.Elena hanya menggangguk.aku masuk kedalam kelas duduk di bagian belakang agar bisa melihat keadaan sekitar.Dave datang duduk disebelahku.
"Kau ajak Elena kesini?"tanya Dave bingung.
"Tidak,dia yang minta untuk ikut"jawabku sambil mengeluarkan buku.
"Bagaiman kalau ada yang menyadari kalau dia mayat?"tanya Dave berbisik.
"Aku seudah memperingati dia tidak berbuat yang aneh-aneh"kataku konsen ke papan.
"Tapi dia mayat"kata Save tak menyangka.
"Sudahlah"kataku kesal.

Pelajaran yang menguras otak.pikiran ku kemana-mana karna elena disekolah.Dave dan aku ke kantin.aku melihat elena duduk dengan seorang laki-laki.dasar baru 2 hari dia bisa mempengaruhi laki-laki.aku dan Dave menghampiri Elena dan laki-laki itu pergi.Aku dan Dave duduk di seberangnya."Kau menggoda laki-laki disini?"tanya Dave terkekeh.
Aku hanya senyum tak percaya."Tidak,dia yang mendekatiku"kata Elena kesal."Aku rasa kalau dia tahu kau hantu dia bukan mendekatimu tapi kabur"kataku terkekeh dibarengi tawa Dave.Elena hanya menyipitkan matanya.
"Sayangnya tidak ada yang tahu kalau aku ini hantu"kata Elena datar.
"Terserahlah"kataku.
"Kita ada latihan hari ini"kata Dave memberitahu.
"Oh ya,kau ingin melihat kami latihan?"tanyaku.
"Ya tapi kalau kau sibuk dengan urusanmu kapan aku akan bertemu dengan kurt?"tanya Elena kesal.
"Tapi kami harus menjalani kehidupan kami "jawab Dave kesal.
"Kami akan mencari Kurt ahkir minggu.kau tenang saja"kataku.
Elena hanya diam kesal.
"Aku ingin menemui Joy saja " kata Dave pergi meninggalkan mereka berdua.

Aku dan Elena kelapangan.aku hanya melihat beberapa orang saja dan Dave juga belum kelihatan.aku rasa dia sedang bercumbu dengan Joy di tempat penyimpanan alat pembersih.dasar laki-laki biadab hahaha tapi tentang bercumbu aku jadi ingin punya pacar.pasti menyenangkan kalau aku punya pacar tapi sayang aku disibukan dengan persoalan mayat ini sampai aku tidak bisa mengurus keinginan batinku.

aku sudah melihat coach sedang memberi arahan pada pemain lain nya.aku secepatnya keruang ganti dan mengganti pakaian ku dan secepat kilat ku ke lapangan."Tidak lama lagi kita akan melawan sekolah sebelah lagi.kita tidak boleh seri apalagi kalah jadi kalian harus berlatih keras dan kalahkan sekolah sebelah! firewolf"kata coach.

Kami semua pergi kelapangan dan menepati posisi masing-masing.aku melihat Dave baru datang dan langsung menempati posisinya.terdengar suara bunyi peluit dan semua mulai berlarian mengejar bola.Bola sedang ada di no 6,Dave mengambil alih bola dan membawa nya ke garis gawang dengan mudah.kami dapat poin.kali ini aku harus dapat peluang untuk mencetak angka.Dave mengoper bola padaku.aku membawa bola dari pinggir lapangan tapi ada no 7 dari lawan.aku berbelok tapi ada 2 didepanku.mereka menyeruduku.Sial sakit,aku mohon jangan tanganku.oh sial,ini lebih parah kakiku!. aku meringkuk kesakitan dan dibawa ke pinggir lapangan.Elena menghampiriku.
"Kau kenapa?"tanya Elena.
"Kakiku terkilir"jawabku masam.
"Harusnya kau menembus mereka"kata Elena.
"Aku tidak bisa menembus mereka!aku ini bukan hantu sepertimu!"kataku marah.
"Kalau begitu kau akan jadi pemain bola yang hebat saat kau sudah mati"kata Elena.
"Terserah"kataku tak acuh.
"Kalau kau sakit lagi.kapan aku bisa bertemu dengan kurt?"tanya Elena.
"Pikir saja sendiri"kataku jengkel.aku meninggalkan Elena sendirian dan kembali ke rumah dengan taxi.saat aku tiba di rumah,aku melihat elena sudah diruang tamu.aku memilih untuk tidur.

Pagi ini aku akan mencari kurt.aku sms Dave untuk datang secepatnya.aku turun keruang tamu.aku melihat Elena sedang duduk sendirian.aku menghampirinya.aku duduk disebelahnya."Aku minta maaf tentang yang kemarin"kata Elena menyesal.
"Lupakan.aku hanya sedang tidak beruntung kemarin"kataku.
Aku melihat Elena lekat-lekat.aku bisa melihat wajah cantiknya dulu sebelum meninggal tapi sekarang hanya lebih pucat.
Andai saja aku bertemu dengan nya saat dia masih hidup mungkin aku mau jadi pacarnya,sayang kami sudah berbeda.aku masih duduk diam bersama Elena,kami saling pandang dan tanpa aku sadari wajahku tak jauh dari wajahnya.aku segera memalingkan wajahku,apa yang aku pikirkan.aku tidak mungkin mau mencium mayat dan kenapa aku merasa tertarik melihatnya sekarang.aku tidak mungkin suka dengan mayatkan.aku mendapat sms dari dave.sialan dia lebih mementingkan pacarnya dari pada masalahnya sendiri.aku harus mencari Dave sendiri.
"Ayo ke mobil,kita cari mantan calon pengantinmu"kataku sambil mengajak dia keluar dari rumah dan menuju ke mobil.aku menyusuri jalan sambil melihat telponku untuk melihat arah jalan ke rumah Kurt.
"Kau sudah siap bertemu dengan Kurt?"tanyaku.
"Tentu saja,aku sudah lama menunggu saat-saat seperti ini"jawab Elena.
ya tuhan,sudah dekat dengan rumah kurt.aku memberhentikan mobilku kepinggir jalan."Ayo keluar sebentar.aku membuka pintu dan menariknya keluar dari mobilku."Ada masalah?"tanya Elena bingung.
"Tidak,sebentar lagi kita akan sampai ke rumah Kurt dan setelah aku berhasil mengantarmu bertemu Kurt kita tidak akan bertemu lagi"jawabku sambil mendudukannya di kap mobil,
"Kau ingin habiskan malam bersamaku sebelum aku bertemu Kurt dan kita berpisah"kata Elena.aku hanya mengangguk.aku menatapi wajah Elena yang pucat tapi sangat cantik.aku berdiri didepannya dan menatap wajah nya.dia mayat!aku tidak mungkin jatuh cinta dengan mayat.Banyak anak perempuan yang memujaku tapi kenapa aku harus suka dengan mayat ini.aku tidak menyangka akan menyukai mayat ini dan sekarang aku merasa sedih akan berpisah dengan nya.aku mendekatkan wajahku ke wajahnya.aku raba pipi nya yang pucat.sangat dingin tapi aku tidak peduli.aku dekatkan bibirku ke bibirnya.aku merasa sedang mencium batu es.aku tidak menyangka Elena membalas ciumanku.aku segera melepaskan bibirku dari bibirnya."Kau merasa ada hal yang aneh diantara kita?"tanyaku sambil menjauhkan wajahku."Entahlah,yang aku pikirkan sekarang adalah bertemu dengan Kurt"jawab Elena.
"Kau benar-benar mencintai Kurt?"tanyaku lesu.
"Aku hanya ingin bertemu dengan nya"jawab Elena.
"Tapi kenapa kau ingin sekali bertemu dengan Kurt ?"tanyaku penasaran.
"Itu urusanku,kau tidak perlu tahu"jawab Elena.
"Aku rasa kita bisa melanjutkan perjalanan kita"kataku datar.
Aku dan Elena masuk kemobil.kami melanjutkan perjalanan dengan keadaan sunyi dan senyap.kami sama sekali tidak bicara.aku tidak ingin tahu lagi tentang dia setelah ini kami akan berpisah dan hidupku menjadi tenang.kami sampai didepan rumah kurt,aku parkir agak jauh dari depan rumahnya."Kau bisa bertemu dengan kurt sekarang"kataku.
"Baik,terima kasih kau sudah mengantarkanku sampai bertemu dengan nya"kata Elena.
"Setelah ini jangan ganggu aku dan kau bisa kembali ke kuburamu sendirikan?"tanyaku sambil melihat ke arahnya.Elena hanya mengangguk dan segera keluar dari mobil dan menuju ke rumah Kurt.
Aku ingin pergi tapi aku sangat penasaran dengan apa yang terjadi dengan Kurt dan Elena.aku memutuskan untuk melihatnya sebentar.Elena mengetuk pintu rumah Kurt.ada laki-laki masih lumayan muda,aku rasa dia kurt.mereka bicara tapi aku rasa Kurt sangat kaget melihat elena.tentu saja dia kaget,dia melihat mayat mantan calon pengantinnya.Elena kelihatan sangat marah tapi aku tidak bisa mendengar percakapan mereka.aku memutuskan untuk keluar dan aku melihat kurt di halaman nya sedang bertengkar hebat dengan Elena.Elena mengeluarkan kekuatannya dengan membuat lubang besar dan membuat kurt melayang."Apa yang kau lakukan Elena?"tanyaku .
"Tolong aku"teriak Kurt memohon.
"Aku akan senang jika dia di dalam kubur bersamaku"jawab Elena marah.
"Apa maksudmu?"tanyaku bingung.
"Dia sengaja membunuhku agar aku tidak jadi menikah dengan nya"jawab Elena marah.
"Tapi itu bukan ideku Elena"kata Kurt.
"Tapi tetap saja kau yang membunuhku!"teriak Elena.
"Apa alasan nya kau membunuh Elena?"tanyaku bingung.
"Karna aku belum siap menikah,aku masih 17 tahun saat itu"jawab Kurt.
"Kalau memang kau tidak siap kenapa kau hamili dia?"tanyaku marah.
"Itu kecelakaan.itu terjadi kepada semua orangkan"jawab Kurt.
"Aku tidak peduli,aku ingin kau serpetiku"kata Elena.
Elena memasukan Kurt kelobang yang dia buat tadi dan menimbun Kurt dengan tanah.aku hanya mendengar teriakan Kurt."kau masih tetap disini?"tanya Elena.
"Aku penasaran apa yang terjadi dengan mu dan dia"jawabku.
"Kalau begitu kau bisa mengantarkan ku kekuburankukan?"tanya Elena.
"Okay tapi aku ingin beri tanda di kuburan nya dulu"kataku dan meninggalkan Elena ke dalam rumah Kurt dan mencari papan dan aku menulis RIP Kurt,aku segera menancapkan nya ke kukuburan nya.aku masih bisa mendengar suara teriakannya samar-samar."Ayo,Kyle"ajak Elena.
Aku dan Elena dikuburan nya."Terima kasih kau mau membantuku balas dendam dengan laki-laki biadab itu"kata Elena.
"Kau tidak akan menggangguku lagikan?"tanyaku.
"Aku janji tidak akan mengganggumu lagi dan aku bisa istirahat dengan tenang sekarang"jawab Elena sambil memegang tanganku dan mengecup bibirku lalu dia pergi dan masiuk ke dalam kuburan nya.aku pulang dan beristirahat rasanya lega sekali terbebas dari elena walaupun aku akan rindu dengan wajahnya.
Aku berangkat kesekolah dengan damai."Hai mate,bagaimana dengan Elena?"tanya Dave santai.
"Dia sudah tenang sekarang"jawabku tak acuh.
"Sunnguh?bagus sekali"kata Dave sambil tersenyum.
"Jangan ajak aku ke kuburan lagi"kataku ketus dan meninggalkan nya.
Selesai

Sabtu, 28 Mei 2016

PAINLESS




Malam ini adalah hari manggung pertamaku setelah aku putus dengan Carlo.Aku mencoba untuk selalu profesional di atas panggung walau ada masalah diantara para anak band lainnya.Nama bandku Painless,kami memberi nama itu agar saat kami mengalami kesusahan dan cobaan di band kami tidak merasa rasa sakit dan selalu mendukung satu sama lain.Dibandku  terdiri dari aku,Carlo,Dave,Boy.Kami mengambil genre band rock alternatif. 
Aku bersiap untuk berias memakai bulu mata dan tidak lupa smokey eyes.Carlo melihatku sangat tajam dengan matanya yang biru,dengan rambut blondenya yang berantakan membuatku sangat tidak nyaman.Aku menata rambutku yang gelap sebahu,memoles lipstick darkberryku.Dave memakai sepatu botnya dengan rambutnya yang coklat gaya ala spike.Boy yang sudah siap merapikan bassnya.”Ayo semuanya 5 menit lagi kalian naik panggung”kata crew.Kami semua bersiap kebelakang panggung,”5,4,3,2,1 sekarang”kata crew 
mempersilahkan kami untuk keluar.
“Hai semuanya,kalian tidak sabar untuk mendengar lagu kami?”sapa ramahku kepada penonton. 
“YA,KAMI MAU PAINLESS,PAINLESS,PAINLESS”teriak penonton. 

♪ “Aku tidak bisa merasa sakit ini sampai kau melakukan itu,semua tampak nyata saat kita bersama.Tapi semua hilang saat kau pergi,aku tak merasakan apa yang ada di depanku,semua menjauh tak bisa kugapai”♪ aku bernyanyi sambil melirik Carlo.Aku merasa lagu baru kami sangat mengena dihatiku saat ini, menggambarkan perasaanku kepada Carlo.Aku berdiaman dengan Carlo,aku masih tidak bisa terima apa yang dia perbuat padaku,tidur dengan fans kampungan.Aku pikir dia sudah kehilangan selera. 

Aku  duduk di sofa dekat jendela tapi Carlo tiba-tiba menghampiriku,aku muak melihatnya aku 

pindah ke sebalah Boy.Carlo hanya  menatapku dengan wajah masam.Carlo pergi entah kemana. 

“Aku dengar kau putus dengan Carlo?”tanya Boy nada prihatin. 

“Ya,aku putus dengan dia dan sekarang aku merasa dia tidak punya selera lagi”jawabku tak 
acuh.

”Memangnya dia kenapa?”tanya Boy.”Dia tidur dengan fans wanita pinggir jalan haha”jawabku dengan nada jengkel.

”Kau digantikan dengan fans wanita pinggir jalan”ulang Boy dengan nada mengejek.Aku hanya bisa memutar mata,menyebalkan sekali.

”Kita senang-senang saja di club,menghilangkan rasa sedihmu”kata Boy menggoda.”Aku tidak sedih sama sekali”elakku. 



Aku dan boy sampai di club,aku hanya duduk di bar minum burbonku bisa sedikit menghilangkan rasa kesalku pada Carlo.Boy mengajakku menari,aku hanyut dengan iringan lagu dan Boy yang memelukku dengan erat membuatku nyaman.Aku terhanyut dengan suasananya.Kami menari sangat dekat dan tidak memikirkan jarak.kami melepaskan semuanya dengan menari bersama dan minum sepuasanya.melupakan masalah yang ada.
Kami manggung di kota selanjutnya aku merasa agak rileks setelah pergi dengan Boy,aku menyambut hari dengan senyuman.Tiba-tiba carlo menarikku ke kamar kosong yang berdebu tebal.”What the hell is this?”tanyaku kasar.”Kamu berkencan dengan Boy sekarang?”tanya Carlo mengintimidasiku.”Itu bukan urusanmu,kita sudah selesai jadi kita urus saja diri sendiri”kataku dengan tatapan tajam.Dia mendorongku ketembok,tangannya disebelah kepalaku”Aku tidak akan melepaskanmu!”katanya dengan nada tinggi.Carlo keluar dari ruangan,aku keluar dengan wajah jengkel.Saat nya kami naik ke panggung,Penonton di kota ini cukup aktif.Kami manggung sungguh menakjubkan,manager kami Claudia tiba-tiba datang.

“Aku merasa kalian harus punya lagu baru yang berbau cinta yang bahagia!”kata Claudia.Kami hanya bisa terdiam dan menggangguk saja karna kami kelelahan setelah manggung tadi.Sejuknya setelah mandi,tiba-tiba ada yang mengetuk pintu”Hei Lidya,bantu aku cari inspirasi di taman”ajak Boy tanpa basa basi.”Baiklah, aku berpakaian dulu!”kataku. 
Aku dan Boy sampai ke taman di siang yang terik ,kami duduk di dekat sungai sangat nyaman mendengar aliran air sungai yang tenang.Aku duduk bersandar di bawah pohon ♪“Lihat matamu berbinar menatapku sangat dalam,membuat aku luluh tak bisa bernapas.membuatku ingin selalu didekatmu membelaimu tanpa jarak”♪senandungku.”Keren”kata Boy. 
Boy mencari nada untuk lagu romantis baru kami.Tiba-tiba Boy mencoba menciumku cepat, aku sangat kaget.”Apa yang kau lakukan Boy?”tanyaku tak percaya. 
”Maafkan aku Lidya,aku tak bisa menahan perasaanku lagi”jawab Boy. 
“Perasaan apa?”tanyaku. 
“Aku menyukaimu sejak kita memulai band ini,aku sangat menyukaimu tapi aku tahu kalau Carlo mengicarmu juga akhirnya aku mundur karna tak mungkin ada yang bisa menolak dia”jawab Boy lesu. 
Aku tersenyum,”Boy aku sendiri dan kesepian sekarang, aku rasa kita bisa bersama”kataku 
dengan senyum.Boypun membalas dengan senyum.Kami berciuman mesra,boy menciumku sangat passionately.membuatku tidak bisa bernafas dan tidak ingin melepaskan nya juga.Sepulangnya kami dari taman kami mengumumkan kalau kami bersama sekarang dan anak-anak yang lain memberi selamat.Aku dan Boy selalu bersama,berpegangan tangan  dan membagi pelukan.Hari-hari ku jalani bersama boy sangat indah latihan berdua,jalan-jalan berdua,menghabiskan waktu bersama.Terkadang aku menginap dirumah Boy.
"aku sangat mencintaimu"kata boy. 
aku tersenyum dan pindah duduk kepangkuan Boy."Aku juga mencintaimu"kataku.
"Harusnya kita berkencan dari awal,kita bisa menghabiskan banyak waktu bersama"kataku.
"Itu salahmu kenapa memilih Carlo"kata Boy.
"Kau tidak pernah menyatakan cinta padaku sebelumnya.Aku tidak tahu kalau kau suka padaku"kataku kesal."Lupakan,yang terpenting kita bersama sekarang"kata Boy.
Aku hanya tersenyum dan menciumnya."Aku harus pulang"kataku melepaskan diri."Okay,bye"kata Boy."Bye"kataku.

Pagi ini aku kerumah Boy karna kami punya jeda waktu yang cukup panjang untuk tour kami di kota selanjutnya.Aku membawa makanan kesukaan Boy.”Boy,aku datang membawa makanan kesukaan mu,dear”panggilku ke Boy.Tak ada jawaban?.”Boy”panggilku sekali lagi.Masih tak ada jawaban.Aku kesal,aku kekamarnya dan dia masih tidur nyenyak dikasur nya.
Aku tersenyum,aku membuka selimutnya dan senyumku memudar”arrrrggghhhhhhh”teriak ku melihat Boy terbujur kaku dengan lumuran darah dilehernya yang mengerikan.
Aku kaget,aku menangis tak menyangka aku tidak tahu harus berbuat apa.Aku menelpon Claudia.
”Claudia kau harus kerumah Boy sekarang”kataku gemetar.”Ada apa?” tanya Claudia.
”Boy meninggal dan aku tidak tahu harus berbuat apa!”kataku sedikit berteriak.
”Aku akan segera kesana dan menelpon polisi”kata Claudia panik.Aku tidak tahu harus berbuat apa aku hanya bisa terdiam,menangis,tak percaya Boy meninggal dengan mengenaskan.
Badanku gemetaran, Aku hanya duduk disamping tempat tidur sambil menangis sesegukan.Claudia datang dengan polisi,penyidik membawaku keluar.
”Apa yang terjadi?”tanya penyidik.”Aku tidak tahu aku baru datang sekitar sejam yang lalu dan aku melihat dia diatas kasur dengan berlumuran darah”kataku cepat dengan bibir gemetar.
”Aku rasa kau shock lebih baik kau jauh dari TKP”kata penyidik.
Claudia membawaku menjauh dari TKP.”Apa yang terjadi Lydia?”tanya Claudia.
”Aku tidak tahu,aku hanya datang membawa makanan untuk Boy,aku memanggilnya tapi tidak ada jawaban lalu aku ke kamarnya dan saat aku buka selimutnya Boy sudah berlumuran darah”.kataku dengan bibir gemetar.
”Aku rasa ada indikasi pembunuhan,tapi timku harus mencari barang bukti dan harus mengotopsi mayat ini”kata penyidik.”Ya,terserah lakukan saja tugasmu”kata Claudia. 
Sore nya kami kembali ke rumah Claudia.”Aku tidak tahu harus bagaimana sekarang! Kita kehilangan personil.Masih banyak rangkaian tour yang harus kita jalani masih ada 10 kota yang harus kita datangi!”.kata Claudia panik dan bingung.
”Lebih baik kita batalkan saja tour kita,kita mulai lagi tahun depan “kata Dave.
”Mana mungkin bisa seperti itu,tiketnya sudah terjual habis!”kata Claudia marah.
 ‘’Kita harus tetap menjalani tour ini! Kita bisa lanjut dengan hanya 3 orang!”kata Carlo agak marah.Aku hanya diam dan menangis,aku tidak mau ikut campur dengan perdebatan mereka. 
Pagi yang suram.Dipemakaman kami semua memakai baju hitam,aku tak bisa menahan tangisanku.Aku baru saja merasa bahagia memulai hubungan dengan Boy tapi di pergi secepat kilat dengan keadaan mengenaskan.Kami memutuskan melanjutkan tour kami.Aku merasa aneh dan hampa manggung tanpa Boy.Kami menyanyikan lagu baru kami yang aku buat dengan Boy. 


 “Hi,semuamya kami baru saja kehilangan personil kami,Boy,kami mempersembahkan konser ini untuk dia dan kami memustuskan painless akan hanya dengan kami bertiga.Kami tidak akan menggantikan Boy.Boy kau selalu dihati kami”kataku dengan sendu.Mereka terdiam sesaat.Carlo dan Dave memulai lagu baru kami.”Ini lagu baru kami yang diciptakan aku dan Boy semoga kalian suka"kataku.
 ♪“lihat matamu berbinar menatapku sangat dalam,membuat aku luluh tak bisa bernapas.membuatku ingin selalu didekatmu membelaimu tanpa jarak”♪senandungku.
Selesai kami konser,kami istirahat dan meminum champange.Tiba-tiba penyidik datang membawa berita tentang Boy.”Boy positif dibunuh,kasus ini pembunuhan.Kami melihat ada benang yang berlumuran darah di sekitar taman dan dokter melihat luka sayatan benang di leher Boy.Aku sudah memberi benang itu ke anjing pelacak dan sudah melihat cctv.Pembunuh itu datang lewat jendela,dan benar dia mengubur benang didekat kamar Boy.Kami akan memberi informasi lagi kepada kalian setelah kami menemukan bukti baru”kata penyidik.
”Ya,kami akan menunggu kabar selanjut nya darimu,terima kasih”kata Claudia.Kami semua hanya diam dan mencerna informasi dari penyidik.”Kira-kira siapa yang membunuh Boy?”tanyaku heran.”Aku rasa penggemar fanatik,penggemar jaman sekarang sudah gila.Mereka terlalu suka pada idolanya sampai tidak boleh ada yang memiliki idolanya tanpa sadar mereka membunuh idolanya”kata Carlo.
”Bisa jadi,banyak musisi yang meninggal karna penggemarnya”Dave membenarkan.Aku sedikit setuju dengan mereka tapi semua kemungkinan bisa terjadi. 
Kami mempunyai senggang waktu untuk beristirahat sebelum kami melanjutkan tour kami.Siang ini aku gunakan waktuku untuk menjadi saksi kasus kematian Boy.Aku datang ke kantor polisi,penyidik mengintrogasiku dengan banyak pertanyaan.Salah satu kejadian terakhir sebelum dia meninggal.”Terakhir kami duduk bersama di rumah Boy dan dia menyatakan cinta padaku”kataku.
”Jadi kamu pacar barunya?”tanya penyidik.”Ya,kami baru jadian beberapa minggu yang lalu”jawabku.”Kamu tahu mantannya?”tanya penyidik."Tidak,aku tidak pernah tahu tentang mantan pacarnya.Sepengetahuanku dia jarang punya pacar”jawabku sejujurnya.  
“Apa dia punya musuh ?”tanya penyidik.
”Entahlah,aku tidak pernah memperhatikan dia dan selama ini bandku baik-baik saja.Kami jarang bertengkar,aku rasa tidak ada”jawabku.
”Aku dan personil bandku yang lain menduga penggemar yang melakukannya,banyak penggemar yang gila sekarang”kataku.
”Kau tahu siapa penggemar yang sangat menggilai Boy?”tanya penyidik.
”Tidak,mungkin Dave atau Carlo tahu.Mereka sesama laki-laki.mungkin mereka sering berbagi cerita”jawabku.”Okay,terima kasih atas informasinya Lidya”kata penyidik.
”Ya sama-sama”kataku sambil berjabat tangan dengan penyidik. 
Aku melihat Carlo didepan teras.”Hey dear,kita jalan-jalan mempergunakan waktu senggang kita sebelum kita kembali menjalani tour lagi”kata Carlo sambil tersenyum menggoda.                               Aku menggeleng”Kita baru kehilangan teman kita Carlo,dan kau ingin kita bersenang-senang ?” kataku dengan tatapan tak percaya.”Oh ayolah,itu urusan polisi,lagi pula itu bisa menghilangkan kesedihanmu karna Boy tidak ada lagi”kata Carlo sedikit 
tersenyum.
”Tidak,aku tidak mau”kataku sambil masuk kedalam rumah. 
Aku kerumah Claudia.Aku melihat ada Carlo dan Claudia sedang berbicara tentang konser kami berikutnya.”Hey guys,mana Dave?”tanyaku.
"Dia sedang dikantor polisi,menjadi saksi”jawab Claudia.”Okay jadi bagaimana konser kita lusa depan?”tanyaku.
”Akan ada kembang api,kesukaanmu kan?”tanya Carlo.
Carlo masih ingat kesukaanku,aku hanya menggangguk.Aku dan Carlo menghabiskan waktu senggang kami membuat lagu baru untuk konser kami berikut nya. ♪”Kita baru memulai semua dengan indah tapi kau pergi begitu cepat melesat seperti banyangan,tanpa mengucapkan kata perpisahan atau ciuman manis darimu.semua terlihat gelap tanpamu tak ada kata yang bisa kuucapkan untukmu tak ada harapan untuk kau kembali dipelukan ku  semua hilang tanpa bekas♪”senadungku.”Bagus,apa ini tentang persaan mu saat ini?”tanya Carlo.Aku menghela nafas dan hanya menggangguk."Kau mencintai nya?"tanya Carlo sambil memainkan gitarnya."Ya.dia baik dan dia membuatku nyaman"jawabku.
"Kau tidak punya perasaan lagi padaku?"tanya Carlo.
"Maksudnya?"tanyaku.
"Kau masih mencintaiku?"tanya carlo.
"Entahlah Carlo,yang sudah kau lakukan padaku dan aku mendapatkan cinta tulus dari orang lain.Aku rasa tidak"jawabku tak acuh.Claudia datang tiba-tiba.
“Carlo dipanggil untuk penyelidikan besok”kata Claudia bingung.”Aku tidak bisa besok kita harus pergi ke kota selanjutnya dan kalau tidak ada aku kita tidak bisa konserkan”kata Carlo.
”Ya,aku bilang pada penyidik untuk memeriksamu jadi saksi setelah konser dikota ini”kata Claudia. 
Malam ini kami manggung dan antusias dikota ini sangat besar.Mereka membawa papan bertulis “kami sayang Boy” aku sangat tersanjung karna mereka sangat mencintai Boy dan kami.Aku mulai dengan lagu baru kami yang aku buat dengan Carlo.♪”Kita baru memulai semua dengan indah tapi kau pergi begitu cepat melesat seperti banyangan,tanpa mengucapkan kata perpisahan atau ciuman manis darimu.semua terlihat gelap tanpamu tak ada kata yang bisa kuucapkan untukmu tak ada harapan untuk kau kembali dipelukan ku  semua hilang tanpa bekas♪”senadungku.Saat kembang api menyala Carlo jatuh dari panggung.kakinya berdarah dan langsung dibawa kerumah sakit.Aku dan Claudia ikut kerumah sakit. Carlo meringis kesakitan saat melihat kakinya diperban. 
Beberapa hari Carlo dirawat,Carlo diperbolehkan pulang.Penyidik ingin Carlo dimintai informasi tapi Carlo tidak bisa karna Carlo sedang sakit.Aku memutuskan tinggal di rumah Carlo untuk sementara.Aku kasihan dengan Carlo karna tidak ada yang merawatnya karna dia sendirian."Kau akan baik-baik saja jika aku tinggal masak? karna aku sangat lapar"tanyaku.
"Ya,aku akan baik-baik saja"jawab Carlo.Aku merasa lapar,aku ingin memasak aku mencari pisau aku memeriksa semua lemari didapur tak sengaja aku melihat benang yang sama persis dengan benang yang dikubur disamping rumah Boy.Kenapa ada benang yang sama persis dengan benang yang dipakai untuk membunuh boy dirumah Carlo.Tiba-tiba Carlo dibelakangku”Kau tahu sekarang,Lidya”kata Carlo sinis.Aku berputar balik dan melihat Carlo sedang memegang pisau.”Kau yang membunuh Boy!”kataku lantang.
”Ya,aku yang membunuh boy!”kata Carlo marah.
”Kenapa Carlo? kau membunuh teman mu sendiri!”kataku keras sambil terisak.”Kami tidak saling suka sejak kita mulai band ini dan aku makin tidak suka karna dia jadian denganmu!”kata Carlo berteriak.Aku tidak menyangka selama ini mereka tidak akrab,selama ini aku melihat mereka baik-baik saja.”Itu sebabnya kau mengelak  dari pemeriksaan dan kau terlihat biasa saja atas kematian Boy!”kataku berteriak.
”Ya, aku sengaja jatuh dari panggung agar aku bisa menghindar dari pemeriksaan itu!”kata Carlo.
Aku hanya terdiam dan awas diri karna Carlo bisa saja melukai atau bahkan membunuhku.”Aku rasa kau tidak bisa menyimpan rahasia dengan baik Lidya”kata Carlo.Aku lari  ke arah pintu dapur tapi dengan cepat dia menerkamku dari belakang dia mencoba menodongku dengan pisau,aku mencoba melepaskan diri dan aku mebenturkan  Carlo kemeja dan aku pergi keruang tamu.Aku mencari handphoneku.Aku sms Claudia dan aku mengambil payung untuk pertahanan diriku tapi Carlo menerkamku dari belakang melepaskan payung yang kupegang dan mecekikku mendorongku ke dinding ,aku mengambil vas dan memukulnya hingga dahinya berdarah.Aku mendorong nya kemeja dan dan menerkam lehernya aku pecahkan botol minuman keras dan aku tusukkan keperutnya.Itu membuat dia lemas sesaat dan aku pergi lari kepintu keluar dan aku melihat Claudia diluar dengan polisi.Carlo mengejarku sampai keluar,dia berhasil menangkapku  dan dia melepaskan pecahan botol itu menyayat leherku dengan pecahan botol.Dia melakukan hal yang sama seperti dia lakukan ke Boy.Lalu polisi menembak kaki Carlo dan membuat Carlo jatuh.polisi membawa Carlo ke mobil ambulans untuk dibawa kerumah sakit.Aku memegangi leherku dan pergi ke Claudia.
Claudia membersihkan lukaku dan membawaku ke rumah sakit.
"Carlo yang membunuh Boy,Claudia"kataku sambil menangis.
"Ya Tuhan, kau serius Lidya?"tanya Claudia tak percaya.
"Ya,dia yang bilang padaku"kataku.
Aku,Dave dan Claudia duduk dipersidangan Carlo.
Carlo dituntut penjara 20 tahun karna pembunuhan berencana.Aku,Dave dan Claudia tidak tahu bagaimana dengan band kami sekarang tapi setidaknya kasus Boy selesai dan setidaknya kami harap Boy tenang disana sekarang.